Pengadaan yang bertanggung jawab

Responsible sourcing & production

  • Strategi dan kebijakan

    Strategi dan kebijakan

    • Strategi mencakup aspirasi perusahaan secara keseluruhan dan sebaiknya menjadi tolok ukur secara reguler, baik internal maupun eksternal
    • Kebijakan-kebijakan memaparkan komitmen pasokan yang bertanggung jawab dan merefleksikan aspirasi lingkungan, sosial, dan pemerintahan (ESG) dari perusahaan, serta harapan dari konsumen, investor, pemegang saham, staf, dan pemangku kepentingan lainnya
  • Memahami basis pasokan

    Memahami basis pasokan

    • Ketelusuran: memetakan basis pasokan untuk memahami lokasi produksi dan produser/penyuplai mana yang terlibat
    • Penilaian risiko: memahami adanya risiko tidak terpenuhinya komitmen yang terjadi dalam basis pasokan
  • Merencanakan intervensi

    Merencanakan intervensi

    Untuk mengatasi risiko yang ada dan mendukung dampak positif:

    • Rencana: Pendekatan, implementasi, indikator kerja utama (KPI), anggaran, sumber daya, pemantauan dan verifikasi
    • Prioritisasi kegiatan yang meliputi keseluruhan basis pasokan
    • Kolaborasi dan penyelarasan: untuk mencapai dan memaksimalkan skala dan dampak positif
  • Keterlibatan di dalam dan luar rantai pasok

    Keterlibatan di dalam dan luar rantai pasok

    Menerapkan aksi-aksi yang telah direncanakan terkait volume, supplier, lanskap dan lintas sektor:

    • Di dalam rantai pasok: memastikan bahwa volume yang tersedia memenuhi komitmen kebijakan dengan kerjasama para supplier
    • Di luar rantai pasokan: untuk menyelesaikan isu yang tidak dapat diatasi di dalam masing-masing rantai pasok
  • Pemantauan dan pelaporan

    Pemantauan dan pelaporan

    Mengakui pentingnya memantau perkembangan yang ada untuk memastikan tindakan-tindakan yang dilakukan efektif dan kemajuan (atau kekurangan) dapat dipahami:

    • Pemantauan internal: peninjauan secara berkala untuk memperbaiki strategi dan rencana aksi bila diperlukan
    • Transparansi: kemajuan yang ada dipublikasikan agar dapat dipahami dan dipantau oleh para pemangku kepentingan

Guna mewujudkan komitmen pengadaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, perusahaan harus memahami daerah penghasil komoditas yang dibelinya. Pada praktiknya, hal ini sering kali bersifat kompleks karena banyaknya tahap yang harus dilalui antara petani dan pemasok langsung.

Kami menyediakan bantuan melalui:

  • pemetaan kompleksitas rantai pasok,
  • identifikasi lokasi produksi komoditas,
  • dan
penilaian risiko dan peluang di masing-masing lokasi asal komoditas.

Dengan menggunakan pemahaman ini, kami kemudian membantu perusahaan merencanakan cara paling efektif untuk mendorong perubahan dan menghargai praktik yang baik.

Kami mendorong perusahaan agar mengambil tindakan baik di dalam maupun di luar rantai pasoknya. Di dalam rantai pasoknya, perusahaan dapat bertindak secara individual maupun melalui kolaborasi dengan perusahaan rantai pasok lainnya dalam melibatkan pemasok dan mengatasi beragam persoalan. Di luar rantai pasok, perusahaan dapat mendukung inisiatif lanskap atau sektor di daerah asal produksi.

We also help companies to increase transparency and accountability by monitoring and reporting on the progress of their suppliers and the production landscapes they source from.

Kami telah menerapkan pendekatan lima elemen ACRES ke seperangkat alat komoditas - klik untuk membaca lebih lanjut

  • ISF
    ISF
  • Nisshin Oillio
    Nisshin Oillio
  • Ghana Rubber Estates Limited (GREL)
    Ghana Rubber Estates Limited (GREL)
  • Sudcam and Hevecam (Corrie MacColl)
    Sudcam and Hevecam (Corrie MacColl)
  • Okomu Oil Palm Plantation (SOCFIN)
    Okomu Oil Palm Plantation (SOCFIN)
  • McDonald’s
    McDonald’s
  • Mars
    Mars
  • Glencore
    Glencore
  • Danone
    Danone
  • Nestlé
    Nestlé
  • Unilever
    Unilever
  • Apical
    Apical
You are currently offline. Some pages or content may fail to load.