Manusia memegang peranan sentral dalam sistem produksi yang tangguh

Di Proforest, upaya kami terkait aspek “Manusia” berkontribusi langsung dalam mendorong rantai pasok pertanian dan kehutanan serta lanskap produksi yang bertanggung jawab dan tangguh, sekaligus mendukung kebijakan, regulasi, dan pendanaan yang diperlukan untuk mewujudkan perubahan positif. 

Upaya ini dijalankan melalui dua pendekatan utama, yaitu Uji Tuntas Hak Asasi Manusia (HRDD) dan Mata Pencaharian Berkelanjutan, dengan fokus pada:

Bagaimana Proforest Membantu Perusahaan Menerapkan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia

Di Proforest, kami mendukung perusahaan untuk memahami dan menavigasi peraturan yang terus berkembang, mengubah komitmen menjadi tindakan nyata, dengan mengintegrasikan uji tuntas hak asasi manusia (HRDD) ke dalam praktik pengadaan, produksi, dan keterlibatan di seluruh rantai pasok. Kami membantu perusahaan mengenali risiko hak asasi manusia (HAM), memahami akar masalahnya, dan mengambil tindakan efektif, baik di dalam operasional perusahaan dan rantai pasoknya, maupun melalui melalui aksi kolektif bersama sesama pelaku industri, pemasok, masyarakat sipil, lembaga pemerintah, dan mitra lainnya.

Uji Tuntas Hak Asasi Manusia: pendekatan sistematis untuk menghormati hak asasi manusia

Kami juga berkontribusi pada platform kolaborasi dan inisiatif multipihak:

Mengembangkan bersama Alat Penilaian HREDD Terpadu bersama AIM-Progress, Consumer Goods Forum (CGF), dan Fair Labor Association (FLA).

Memberikan dukungan teknis kepada Palm Oil Collaboration Group (POCG), termasuk alat bantu dalam melakukan uji tuntas HAM (HRDD), Penilaian Kinerja Trader Kelapa Sawit, dan Kerangka Pelaporan Implementasi (IRF) untuk Lahan dan ketenagakerjaan untuk sektor kelapa sawit.

Menyelenggarakan program sektoral seperti Human Rights Spotlight, untuk memberikan panduan dan alat bantu untuk memperkuat implementasi HRDD di sektor tebu Brasil.

Menggunakan pendekatan Smart-Mix terhadap Hak Asasi Manusia

Proforest mendukung perusahaan dalam mengidentifikasi dan menentukan kombinasi tindakan yang paling efektif untuk menangani risiko hak asasi manusia dan mendorong dampak positif, mulai dari pelibatan pemasok dan pengadaan yang bertanggung jawab hingga inisiatif lanskap dan aksi kolektif lainnya. Melalui pendekatan Smart-Mix, hasil penilaian risiko diterjemahkan menjadi tindakan terarah yang menjawab akar masalah dan mendorong perubahan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Pendekatan Smart-Mix

Mata Pencaharian Berkelanjutan bagi petani swadaya, pekerja, dan masyarakat

Mata pencaharian yang layak dan tangguh dalam jangka panjang masih menjadi tantangan bagi banyak masyarakat di wilayah produksi. Penyebabnya antara lain:

  • Penghasilan yang terbatas dan tidak menentu
  • Kerentanan terhadap krisis lingkungan dan gejolak ekonomi
  • Ketimpangan akses terhadap lahan, jasa, dan peluang.

Mendukung perusahaan dan mitra dengan solusi yang relevan secara lokal

Kami bekerja sama dengan perusahaan dan mitra untuk memperluas peluang mata pencaharian sekaligus mengurangi risiko bagi masyarakat dan rantai pasok. Pendekatan kami memadukan penghormatan atas hak asasi manusia, keterlibatan pemangku kepentingan yang bermakna dan berdaya, produksi pertanian berkelanjutan, serta perlindungan dan pemulihan lingkungan.  

Kami berfokus pada hal-hal yang mendorong perubahan nyata di lapangan. Diantaranya dengan meningkatkan produksi dan hasil panen yang berkelanjutan, memajukan praktik pertanian regeneratif, memperkuat kapasitas dan peran aktif petani swadaya dan pekerja, serta mewujudkan pendapatan dan kondisi kerja yang layak.

Contoh kolaborasi untuk mengatasi tantangan mata pencaharian:

 

Dengan mempertemukan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sipil, kami bersama-sama mengembangkan solusi, alat bantu, dan model implementasi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan mata pencaharian sekaligus memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan.

Menghormati Hak Pekerja dalam Pengadaan dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Kami membantu perusahaan di sepanjang rantai pasok dengan memberikan panduan teknis, alat bantu, dan pengembangan kapasitas dalam menjadikan komitmen penghormatan terhadap hak pekerja bagian nyata dari kebijakan pengadaan dan produksi yang bertanggung jawab, sekaligus mengambil tindakan untuk mengatasi akar penyebab pelanggaran hak pekerja dalam rantai pasok. Contohnya:

  • Bersama perusahaan di sektor hilir, untuk mengintegrasikan penghormatan terhadap hak pekerja ke dalam proses pengadaan yang bertanggung jawab dan memperkuat sistem uji tuntas hak asasi manusia (HRDD).
  • Bersama asosiasi industri, masyarakat sipil, dan berbagai ruang kolaborasi, untuk memperkuat upaya kolektif dalam mencegah dan memitigasi risiko pelanggaran hak pekerja tingkat sektoral .
  • Secara langsung dengan petani dan produsen, untuk mengenali risiko dan menerapkan perbaikan pada kondisi kerja dan kehidupan pekerja melalui rekrutmen yang bertanggung jawab dan memperkuat jalur aspirasi bagi pekerja agar berdaya dan dapat didengar , seperti upaya Proforest terkait air, istirahat, dan naungan di sektor tebu Meksiko.

Kami juga melaksanakan intervensi langsung di beberapa wilayah untuk menangani tantangan ketenagakerjaan dan mendorong penghormatan terhadap hak-hak pekerja, di antaranya:

Menghormati Hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal

Di sepanjang rantai pasok komoditas pertanian dan kehutanan, salah satu tantangan utama adalah pengakuan dan perlindungan yang belum memadai atas hak formal maupun hak adat Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (IP&LC). Hak tersebut, termasuk hak menentukan nasib sendiri, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, serta hak atas tanah, wilayah, dan sumber daya, sangat penting untuk menjamin mata pencaharian yang aman, melindungi alam, dan mendukung transisi yang adil menuju rantai pasok komoditas yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan.

Hak-hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal diakui dalam hukum internasional dan nasional, dan semakin tercermin dalam komitmen perusahaan dan uji tuntas HAM perusahaan. Di Proforest, kami mendukung perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan komitmen untuk menghormati hak tersebut di implementasikan, mulai dari mekanisme penanganan keluhan, konsultasi dan pelibatan masyarakat yang bermakna, termasuk penghormatan hak masyarakat atas Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA/ FPIC).

Proforest mendukung Nestlé dalam menyusun Rencana Aksi mengenai hak atas tanah masyarakat adat dan komunitas lokal secara global sekaligus implementasinya di Kolombia dan Brasil, yang merupakan dua wilayah rantai pasok yang paling berisiko. Berdasarkan konsultasi dengan pemegang hak dan pemangku kepentingan, rencana aksi untuk masing-masing wilayah kini tengah dijalankan guna mengatasi akar permasalahan terkait hak atas tanah di kedua negara tersebut.

Di tingkat produksi, Inisiatif Lanskap Aceh, Indonesia, Proforest bersama dengan para mitra, memperkuat pondasi dan sistem untuk mencegah dan menangani konflik lahan dan sumber daya yang terkait dengan produksi kelapa sawit.

Mengintegrasikan Kesetaraan Gender ke dalam Tindakan Rantai Pasokan

Di banyak wilayah, perempuan menghadapi hambatan struktural dan budaya, dari fasilitas kerja yang tidak memadai (toilet layak, ruang menyusui, akomodasi) hingga bias gender yang membatasi mereka pada peran-peran tradisional, sehingga akses mereka terhadap peluang dan penghasilan pun ikut terbatas. Tantangan ini kian berat bagi perempuan yang berasal dari Masyarakat Adat, kelompok etnis minoritas, petani swadaya, atau penyandang identitas terpinggirkan lainnya: dibandingkan laki-laki, mereka lebih rentan mengalami diskriminasi, memiliki akses terbatas terhadap lahan dan sumber daya, serta menghadapi ancaman lebih besar terhadap mata pencahariannya.

Kami bekerja sama dengan perusahaan di seluruh rantai pasok untuk mengatasi ketidaksetaraan yang dialami pemegang hak, yaitu petani, pekerja, dan masyarakat, sekaligus mendukung perusahaan untuk memperkuat kesetaraan gender dalam operasional mereka, salah satunya dengan dukungan penggunaan Alat Penilaian Kesetaraan Gender kami, sehingga berkontribusi pada rantai pasok yang lebih inklusif dan tangguh.

Kami mengintegrasikan aspek gender ke dalam seluruh inisiatif dan program kami, sejak perancangan hingga pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan. Pada tingkat produksi, kami mengumpulkan data yang dipisahkan berdasarkan gender. Prinsip ini juga kami bawa ke lapangan: kami mendorong keterwakilan yang adil dalam setiap konsultasi dan merekomendasikan tindakan yang menjawab akar penyebab ketidaksetaraan gender, salah satunya lewat aplikasi SWARA yang kami kembangkan untuk memantau partisipasi kelompok, termasuk kelompok rentan yang secara terbuka bagi publik. 

Komitmen yang sama berlanjut di tingkat lanskap. Banyak kegiatan kami rancang dan implementasikan khusus untuk memberdayakan perempuan. Di Program Konservasi dan Mata Pencaharian Lanskap Sugai Linaumisalnya, kami menyelenggarakan pelatihan kesadaran gender dan membentuk kelompok perempuan yang berfokus pada simpan pinjam serta unit usaha lainnya untuk mendiversifikasi pendapatan.

Bagaimana Proforest dapat mendukung pekerjaan Anda

Manusia, alam, dan iklim saling terkait erat. Kami membantu perusahaan memahami dan menangani dampak operasional serta rantai pasok mereka terhadap pekerja, petani kecil, Masyarakat Adat, dan komunitas lokal, sekaligus mendukung tujuan yang lebih luas terkait produksi berkelanjutan, perlindungan hutan, aksi iklim, dan ketahanan lanskap.

Dengan memanfaatkan pengalaman luas di bidang komoditas pertanian dan kehutanan, kami bekerja sama dengan organisasi untuk memperkuat uji tuntas hak asasi manusia, meningkatkan mata pencaharian, mendorong keterlibatan inklusif, serta membangun rantai pasokan dan lanskap produksi yang lebih tangguh. Melalui saran praktis, pengembangan kapasitas, dan keterlibatan pemangku kepentingan, kami membantu mewujudkan komitmen menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia dan lingkungan.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut